Pimpin Panen Raya di Karawang, Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Kembali Swasembada Pangan
Karawang, (7/1) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin langsung kegiatan Panen Raya Padi di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026). Momentum ini menjadi sangat bersejarah karena dirangkaikan dengan Pengumuman Resmi Swasembada Pangan, sebuah pencapaian strategis hasil sinergi antara pemerintah dan petani di seluruh pelosok negeri.
"Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan," ungkap Presiden Prabowo di hadapan para tokoh dan petani yang hadir.
Modernisasi sebagai Kunci Produksi
Dalam arahannya, Presiden menekankan bahwa pembangunan pertanian masa depan harus bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan teknologi. Hal ini terlihat langsung di lapangan melalui penggunaan:
- Combine Harvester yang digunakan untuk mempercepat proses panen, menekan kehilangan hasil (loss), serta mengatasi keterbatasan tenaga kerja manual.
- Varietas Unggul Inpari 32 hasil inovasi Kementerian Pertanian yang mampu menghasilkan 8,42 ton per hektare. Presiden bahkan menargetkan pengembangan varietas baru di masa depan yang mampu mencapai produktivitas hingga 15 ton per hektare.
- Teknologi Pendukung seperti Penggunaan pesawat nirawak, pompa air, serta penguatan sektor hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Komitmen Penurunan Biaya Produksi
Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen kuat untuk menyejahterakan peternak dan petani. Didukung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pemerintah menargetkan swasembada jagung dalam waktu dekat agar harga pakan ternak dapat ditekan. Selain itu, efisiensi harga pupuk juga menjadi prioritas utama pemerintah.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menambahkan bahwa transformasi pertanian berbasis teknologi adalah jalan utama untuk menurunkan biaya produksi sekaligus meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Dengan sistem yang lebih efisien dan modern, Indonesia optimis dapat membangun sektor pertanian yang mandiri dan berdaya saing global.
“Kita harus mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknolog, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini bersumber pada Kementerian Pertanian